LAPORAN PRATIKUM BIOKIMIA

DISUSUN OLEH:
LABORATORIUM TIP
JURUSAN PETERNAKAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS BENGKULU
2012
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Karbohidrat
merupakan salah satu senyawa organik biomakromolekul alam yang banyak ditemukan
dalam makhluk hidup terutama tanaman. Pada tanaman yang berklorofil,
karbohidrat dibentuk melalui reaksi antara karbondioksida dan molekul air
dengan bantuan sinar matahari, yang disebut fotosintesis.
Karbohidrat merupakan persenyawaan antara karbon, hidrogen, dan
oksigen yang terdapat di alam dengan rumus empiris Cn(H2O)n. Melihat
rumus empiris tersebut, maka senyawa ini pernah diduga sebagai ”hidrat dari
karbon”, sehingga disebut sebagai karbohidrat. Sejak tahun 1880 telah disadari
bahwa gagasan ”hidrat dari karbon” merupakan gagasan yang tidak benar. Hal ini
karena ada beberapa senyawa yang mempunyai rumus empiris seperti karbohidrat
tetapi bukan karbohidrat .
1.2
Tujuan
1. Mengidentifikasi
jenis-jenis karbohidrat yang terdapat dalam tanaman dan buah-buahan.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Karbohidrat
merupakan senyawa yang mengandung gugus fungsi keton atau aldehid, dan gugus
hidroksi. Ditinjau dari gugus fungsi yang diikat karbohidrat dapat dibedakan
menjadi dua, yaitu aldosa dan kentosa. Aldosa adalah karbohidrat yang mengikat
gugus aldehid, contohnya glukosa, galaktosa, ribosa. Dan ketosa adalah karbohidrat
yang mengikat gugus keton, contohnya fruktosa (Mustahib, 2011).
Sedangkan jika ditinjau
dari hasil hidrolisisnya karbohidrat dapat dibedakan menjadi empat, yaitu
monosakarida, disakarida, oligosakarida, dan polisakarida.
Monosakarida adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi
molekul-molekul karbohidrat yang lebih sederhana lagi. Contohnya glukosa,
fruktosa, ribosa, galaktosa. Disakarida adalah karbohidrat yang terbentuk dari kondensasi 2
molekul monosakarida. Contohnya sukrosa (gula tebu), laktosa (gula susu), dan
maltosa (gula pati). Oligosakarida adalah karbohidrat yang jika dihidrolisis
akan terurai menghasilkan 3 – 10 monosakarida, misalnya dekstrin dan maltopentosa.
Dan polisakarida adalah karbohirdat yang terbentuk dari banyak molekul
monosakarida. Contohnya pati (amilum), selulosa, dan glikogen (Mustahib, 2011).
Glukosa
dapat diperoleh dari hidrolisis sukrosa (gula tebu) atau pati (amilum). Di alam
glukosa terdapat dalam buah-buahan dan madu lebah. Dalam alam glukosa
dihasilkan dari reaksi antara karbondioksida dan air dengan bantuan sinar
matahari dan klorofil dalam daun serta mempunyai sifat memutar bidang polarisasi
cahaya ke kanan, dapat mereduksi larutan fehling dan membuat larutan merah
bata, dapat difermentasi menghasilkan alkohol (etanol), dan dapat mengalami
mutarotasi (Mustahib, 2011).
Fruktosa
adalah suatu ketoheksosa yang mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke
kiri dan karenanya disebut juga levulosa. Fruktosa mempunyai rasa lebih manis
dari pada gula tebu atau sukrosa. Fruktosa dapat dibedakan dari glukosa dengan
pereaksi seliwanoff, yaitu larutan resorsinol (1,3 dhidroksi-benzena) dalam
asam clorida. Disebut juga sebagai gula buah, dperoleh dari hdrolisis sukrosa;
dan mempunyai sifat memutar bidang polarisasi cahaya ke kiri, dapat mereduksi
larutan fehling dan membentuk endapan merah bata, dan dapat difermentasi.
Sukrosa
atau gula tebu adalah disakarida dari glukosa dan fruktosa. Sukrosa dibentuk
oleh banyak tanaman tetapi tidak terdapat pada hewan tingkat tinggi. Sukrosa
mempunyai sifat memutar cahaya terpolarisasi ke kanan. Hasil yang diperoleh
dari reaksi hidrolisis adalah glukosa dan fruktosa dalam jumlah yang
ekuimolekular. Sukrosa bereaks negatif terhadap pereaksi fehling, benedict, dan
tollens.
BAB III
METODEOLOGI
3.1 Bahan dan Alat
A. Bahan
1.
Susu sapi
2.
Glukosa
3.
Fruktosa
4.
Madu lebah
5.
Tepung meizena
6.
Tepung beras
7.
Tepung terigu
8.
Amilum
9.
Asam Sulfat (H2SO4)
10. Alpha
naftol
11. Kupri
sulfat (CuSO4)
12. NaOH
13. Larutan
fehling
14. Larutan
Benedict
B. Alat
1. Tabung
reaksi
2. Corong
3. Penjepit
tabung reaksi
4. Rak
tabung reaksi
5. Gelas
ukur
6. Pipet
tetes
7. Penangas
air
8. Kompor
listrik
3.2 Prosedur
Kerja
A. Uji Molisch
1. Memasukkan
3 ml larutan sampel ke dalam tabung reaksi.
2. Menambahkan
2 tetes pereaksi molisch.
3. Menambahkan
3 ml asam sulfat pekat.
4. Mendiamkannya
selama 2 menit.
5. Mengencerkan
larutan tersebut dengan 5 ml aquades.
6. Mengamati
apa perubahan yang terjadi.
B. Uji Fehling
1. Mencampurkan
2 tetes sampel dengan 2-3 ml larutan fehling A.
2. Memanaskannya
selama 3-4 menit.
3. Mengamati
endapan yang terjadi.
C. Uji Benedict
1. Mencampurkan
5 ml pereaksi benedict dengan 0,04 tetes sampel ke dalam tabung reaksi.
2. Mendidihkannya
selama 2 menit.
3. Membiarkannya
dingin dan melihat endapan yang terjadi.
D. Hidrosa Sukrosa
1. Melarutkan
0,5 gram sukrosa ke dalam 6 ml air, kemudian memasukkannya ke dalam 3 buah
tabung dengan volume yang sama (beri label 1,2, dan 3).
2. Menambah
2 ml larutan HCL 3 M ke dalam tabung reaksi 1.
3. Menambahkan
2 ml air ke dalam tabung reaksi 2 dan 3.
4. Memanaskan
tabung reaksi 1 dan 2 ke dalam penangas air selama 5 menit dan mendinginkannya
di dalam suhu kamar.
5. Menambahkan
3 ml NaOH 3 M ke dalam tabung reaksi 1.
6. Menambahkan
3 ml air ke dalam tabung reaksi 2 dan 3.
7. Menambahkan
pereaksi benedict ke dalam semua tabung reaksi.
8. Memanaskan
semua tebung reaksi dengan penangas air selama 5 menit. Dan mengamati perubahan
yang terjadi.
E. Hidrosa Sukrosa
1. Memasukan
2 ml larutan pati ke dalam 2 tabung reaksi (beri label 1 dan 2).
2. Menambahkan
2 ml larutan HCl 3 M ke dalam tabung reaksi 1.
3. Menambahkan
2 ml air ke dalam tabung reaksi 2.
4. Memanaskan
kedua tabung di atas penangas air selama 5 menit, dan mendinginkannya sampai
suhu kamar.
5. Menambahkan
3 ml larutan NaOH 3 M ke dalam tabung reaksi 1.
6. Menambahkan
3 ml air ke dalam tabung reaksi 2.
7. Memasukkan
5 ml pereaksi benedict ke dalam dua tabung reaksi tersebut dan mengamati
perubahan yang terjadi.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
1.1
Hasil
No.
|
Bahan/Sampel
|
Warna yang Terbentuk
|
|
Uji
Molisch
|
Uji
Fehling
|
||
1.
|
Glukosa
|
Positif
|
Positif
|
2.
|
Fruktosa
|
Positif
|
Positif
|
3.
|
Sukrosa
|
Negatif
|
Positif
|
4.
|
Susu Sapi
|
Negatif
|
Positif
|
5.
|
Madu Lebah
|
Positif
|
Positif
|
6.
|
Tepung Meizena
|
Positif
|
Positif
|
7.
|
Tepung Beras
|
Positif
|
Positif
|
8.
|
Tepung Terigu
|
Positif
|
Positif
|
9.
|
Amilum
|
Positif
|
-
|
No.
|
Bahan/Sampel
|
Hasil Pengamatan
|
||
Tabung Reaksi 1
|
Tabung Reaksi 2
|
Tabung Reaksi 3
|
||
1.
|
Sukrosa
|
Biru
+ Endapan
|
Biru
|
Biru
|
2.
|
Pati
|
Biru
+ Endapan
|
Biru
+ Endapan
|
-
|
1.2
Pembahasan
Dalam uji fehling medapat hasil warna sebagai berikut:
glukosa berwarna positif, fruktosa berwarna positif, sukrosa berwarna negatif,
susu sapi berwarna negatif, madu lebah berwarna positif, tepung meizena berwarna
positif, tepung beras berwarna positif, tepung terigu berwarna positif, dan
amilum berwarna positif.
Terjadi kesalahan dalam hasil warna sukrosa dan susu
sapi yang seharusnya menghasilkan warna positif. Kemungkinan terjadi kesalahan pada
saat percobaan atau sampel yang dipakai sudah rusak.
Dalam uji fehling mendapatkan hasil warna sebagai
berikut: glukosa berwarna positif, fruktosa berwarna positif, sukrosa berwarna
positif, susu sapi berwarna positif, madu lebah berwarna positif, tepung
meizena berwarna positif, tepung beras berwarna positif, dan tepung terigu
berwarna positif
Dan dalam hasil uji pengamatan sukrosa dan pati, semua
sampel baik sukrosa (tabung reaksi 1, 2, dan 3) dan pati (tabung reaksi 1 dan
2) menunjukkan hasil pengamatan positif dengan warna biru dan terdapat endapan.
BAB VI
KESIMPULAN
Dari hasil pratikum ini, dapat saya simpulkan bahwa:
1. Semua
sampel termasuk karbohidrat.
2. Glukosa,
fruktosa, sukrosa, dan madu lebah termasuk karbohidrat monosakarida atau
oligosakarida.
3. Susu
sapi, tepung meizena, tepung beras, tepung terigu termasuk karbohidrat
polisakarida.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim. 2012. Penuntun
Pratikum Biokimia. Fak. Pertanian. UNIB. Bengkulu.
Mustahib. 2011. Karbohidrat
dan Uji Karbohidrat. http://biologi.blogsome.com/2011/02/07/karbohidrat-dan-uji-karbohidrat/index.html.
diakses pada tanggal 26 Mei 2012. Bengkulu.
PERTANYAAN
1.
Apakah ada perbedaan warna hasil pengujian yang terjadi? Apa
sebabnya?
2.
Mengapa uji Molish disebut uji yang bukan spesifik untuk
karbohidrat?
3.
Untuk larutan karbohidrat yang diperiksa, jika terlalu pekat
apakah perlu diencerkan?
JAWABAN
1.
Tidak ada, semua sampel menunjukkan warna yang sama.
2.
Karena uji molish hanya bisa menunjukkan sampel termasuk
karbohidrat atau bukan, tetapi tidak bisa menunjukkan sampel karbohidrat apa.
3.
Iya perlu diencerkan agar hasil pengamatan dan pratikum jadi
lebih mudah.